Hi Traveler,

Nama “

Banyak foto yang diposting menggunakan latar tempat itu. Ya,

Suguhan panorama yang sangat menarik, dengan akses yang relatif mudah, menjadikannya pilihan banyak orang yang ingn ke luar Ibu Kota, tapi tak perlu melakukan perjalanan begitu lama.

Lokasi Tebing

Jika kondisi cerah, dari lokasi

Belum lagi jika beruntung, pengunjung yang datang di kala hari masih pagi, tak jarang disuguhi peristiwa alam berupa hamparan awan putih yang menyelimuti hutan tepat di bawah kaki tempat pengunjung berpijak di atas bebatuan Tebing Keraton.

Pada 2014, masuk ke sini tak dikenakan biaya apapun. Namun, saat ini sudah ada tiket resmi seharga Rp 15.000 dan biaya parkir roda dua sebesar Rp 5.000. Lebih lanjut, pada dasarnya ada sisi lain Tebing Keraton yang perlu Sobat Pesona ketahui. Ini dia:

Bagian dari Kawasan

Tak banyak yang mengetahui bahwa Tebing Keraton merupakan bagian dari

Statusnya sebagai kawasan

Namun demikian, popularitas Tebing Keraton rupanya disadari dengan baik oleh pengelola

Di beberapa spot Tebing Keraton pengelola Tahura menampilkan beberapa infografis terkait kawasan konservasi Tahura hingga informasi dan pengetahuan umum bagi masyarakat terkait “sesar lembang”.

https://www.youtube.com/watch?v=vsb-DJXYuoU

Kawasan Tebing Keraton dan sekitarnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi terhitung sejak 1980 melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 575/Kpts/Um/1980 dengan seluas 590 Ha. Sebelum Tebing Keraton populer, spot utama kunjungan edukasi dan wisata di Tahura Djuanda di antaranya: Monumen Ir. H. Djuanda itu sendiri, Gua Jepang dan Gua Belanda, Kolam Pakar, Air terjun Curug Omas, Curug Lalay, Curug Dago, museum dan Artefak Budaya hingga Prasasti Raja Thailand.

Konser musik dan penampilan budaya

Mungkin sebagian dari Sobat Pesona bertanya heran Bagaimana bisa ada konser musik dan penampilan seni budaya di Tebing Keraton? Apakah dengan luasaan Tebing Keraton yang sempit, berbatu, dan berbentuk jurang, apa mungkin? 

Beberapa pertanyaan seperti itu wajar diajukan, sebab memang dalam beberapa kesempatan, Tebing Keraton populer hanya berupa tebing saja.

Nah sisi lain Tebing Keraton yang juga belum banyak diketahui adalah keberadaan sebuah kawasan yang cukup luas yang dapat menampung banyak tenda untuk kegiatan camping, bahkan relatif dapat menamping sebuah panggung pertunjukan lengkap dengan latarnya yang artistik.

Sisi lain Tebing Keraton itu berupa sebuah bidang tanah di sekitar tebing yang cukup landai dan luas, di dalamnya berdiri pohon pinus yang berjejer rapat di bagian sisi, agak jarang di sisi tengah.

https://www.youtube.com/watch?v=-9PxQ7G0NDo

Jadi, selain memiliki spot tebing yang instagramable, Tebing Keraton juga memiliki bumi perkemahan yang relatif cukup luas, keberadaannya tak jauh dari sisi sebelah kanan tebing, dengan akses untuk jalan kaki yang baik sekali, menuju ke bumi perkemahan Tebing Keraton ini kita seakan menyusuri “dimensi lain” Tebing Keraton.

Jika mentari senja yang jatuh di sebelah kanan sudut pandang Tebing Keraton bisa dengan leluasa berpijar tanpa celah, tidak begitu di bumi perkemahannya. Di situ, cahaya mentari senja tertahan pepohonan pinus yang menjulang, efek bayangannya menembus dedaunan membentuk siluet, membangun suasana hutan yang syahdu berlatar suara alam bersahutan menyambut malam.

Demikianlah bagaimana sisi lain Tebing Keraton yang belum banyak diketahui keberadaannya. 

Untuk kalian yang ada di Jawa Tengah, sebenarnya ada sejenis tebing terperti ini dan sangat menyenangkan sekali karena kalian bisa minum teh hangat dan jahe hangat di tepi nya check yuk video nya :

https://www.youtube.com/watch?v=ge5BY2qy2iI

Sala Travellers Cantik Indonesia!

Joana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here